Minggu, 21 Juli 2013

Setahun Yang lalu (Just Fell Alright)

Setahun yang Lalu (Just Feel Alright)

  OPINI (CATATAN HARIAN) | 21 July 2013 | 13:58

Setahun yang lalu.

Setahun yang lalu aku merasakan..
Aku merasakan nikmat.
Nikmat nya puasa di Penjara.

Penjara yang kau jejalkan di ruang pikir.
Ruang pikiran ku yang paling jelek.

Setahun yang lalu kau yang me-matikkan.
Me-matikkan api kebencian.

Kebencian melihat mu merengek.
Kebencian melihat mu bersilat lidah.
Kebencian melihat mu menipu.
Kebencian melihat mu berkuasa.
Kebencian melihat mu ber-Politik.
Kebencian melihat mu nge-les. (Baca: menghindar),
Kebencian melihat tai lalat yang kau hilangkan dari kepala dan rambut yang sudah menua.
Kebencian melihat mu Ndak Tegas!!.

Supaya tambah puas. Dan semakin melawan.

Setahun yang lalu, kau pukuli aku bak Anjing Labrador yang pincang kaki nya.

Setelah kau tembak dada nya.


Aku masih mengingatnya Bak kulit kacang yang kuremas..!!!!!.

Setahun yang lalu,,membuat kau tak lalai.
Setahun yang lalu telah membuat kau waspada.
Setahun yang lalu aku masih ingat bagaimana mengangkat bau tengik nya bangkai manusia di Penjara.

Setahun lalu,,,aku belum bisa menyanyi..
Setahun lalu aku sering merenung.
Setahun lalu aku sering mengomel.
Setahun lalu aku sering ngompol.

Setahun yang lalu…
Kau yang menyadarkan ku arti..

Arti perlawanan.

Arti Pemberontakan.

Arti Penindasan.

Arti Permainan.


Arti Bisnis Shabu.
Arti Bisnis melipat dalam lipatan.
Arti Bisnis Keluarga Besar mu.

Setahun yang lalu, aku tak tau rasa..
Rasa masuk hotel Prodeo POLDA METRO JAYA.
Rasa masuk keong Racun.
Rasa masuk keong emas.
Rasa masuk hotel Prodeo Rutan Salemba.

Setahun yang lalu.
Masih sangat jelas wajah mu.

Tidak ada jingga di siang yang menghitam.
Karena air got semakin keluar dari selokannya.
Karena bau busuk kebohongan yang kau tanam di halaman nusantara semakin busuk bau nya.

Kau di istana.
Aku di penjara.

Itu satu tahun yang lalu.

Kau tertawa.
Aku menggila.

Kau tidur dengan kekasih mu.
Aku tidur dengan pembunuh bos mu.

Kau..kau..dan kamu semua.

Wajah mu semakin tampak seperti bobo.
Wajah mu semakin tampak seperti picollo.
Wajah mu semakin tampak seperti paman Gober.


Dan kamu masih membaca tulisan ku.

Setahun yang lalu.
Tahun-tahun yang sulit dan teramat,!!!!

Ndak enak dadi karo aku. Bung !!.

Sering di bully.
Sering membully.
Sering dan sering.

Makanya jangan Nakal.

Teruntuk Anjing-Anjing Tua.
Teruntuk Serigala Muda.
Teruntuk benih yang tertanam.

Jaga baik-baik.

Wasalam.

Jakarta. Salemba Raya

Agung Tuanany.


nb: tulisan ini pun telah di muat di kompasiana. 


Sabtu, 20 Juli 2013

Revolusi Jihad dalam Pemikiran

Revolusi Jihad dalam Pemikiran

  OPINI| 03 July 2013 | 07:19

Sebagian orang mengatakan, bahwa dewasa ini jihad kedalam, dalam bentuk da’wah yang sebenarnya dan sesungguhnya, dan jihad itu dua-duanya tidak mungkin dilakukan, disebabkan karena orang-orang yang mengaku muslim sendiri sudah lari dari ajaran islam.



Kalangan pemimpin-pemimpin Islam, baik itu dari Organisasi masyarakat Islam, aliran-aliran Islam, terlalu banyak melakukan gerakan-gerakan reaksioner yang terlepas jauh dari konsepsi Islam dan semangatnya dalam membangun. Gerakan-gerakan itu hanya bertolak dari fenomena-fenomena, atau hanya berupa idealisasi atau idealisa-sionisme ajaran islam yang kefilsafat-filsafatan. Ada yang sebagian gerakan tersebut menyerukan kembali kepada Al-Qur’an dan Islam sejati, ada yang mengutamakan soal kebangsaan dan tanah air, ada yang menghendaki ummat ini menyerbu kemana musuh berada, ada yang hanya menghambur tema mempertahankan diri, dan banyak lagi macamnya.

Perbedaan isu dan semangat pergerakan, tetapi faktor utama penggerak perubahan semangat ke-Islaman nya sama, yaitu di gerakkan oleh dorongan-dorongan dari luar, bukan kerinduan dan tekad bulat untuk beragama Islam dalam arti selengkap dan seutuhnya.
Demikian, para orang-orang suci yang di perintah oleh Tuhan diutus untuk ummatnya untuk memperbaiki ummatnya yang sudah lari jauh dari ajaran yang haq; yang sudah menjadi manusia-manusia perusak.

Para orang-orang suci (baca: utusan Tuhan), di utus Tuhan kepada manusia sedunia ini yang sudah tenggelam dalam kemusyrikan. Agama Islam di tengah-tengah ummat mesyrikin. Apakah ada bedanya antara tugas dan keadan yang di hadapi Nabi dahulu itu dengan tugas dan keadaan yang anda hadapi sekarang? Tidak ada bedanya bukan?.

 

KAIDAH DASAR DARIPADA GERAK SEORANG MUSLIM DAN GERAKAN ISLAMIYAH.


Seorang muslim tentu tidak hanya merumuskan pemikirannya untuk memberi reaksi terhadap masalah-masalah kehidupan yang bersifat temporal di dunia saja, melainkan menyusun konsep-konsepnya di bawah naungan hakekat kehidupan abadi. Seorang muslim tentu sanggup menanggung cobaan-cobaan luar, agar tidak bergeser se-arah dari tugasnya yang hakiki.

Seorang muslim akan menempatkan dirinya dalam kerangka kehidupan abadi, tidak hanya terbatas dalakm kungkungan fenomena-fenomena kehidupan temporal. Tatkala menghadapkan diri kepada problem-problem yang menyangkut kehidupan abadi yang maha penting itu, maka hanya orang bodoh sajalah yang sudi membuang-buang tenaga untuk sekedar menanggapi masalah-masalah kehidupan tenporal.

Misi muslim ialah mengingatkan orang-orang akan perkara ukhrowi itu tadi. Membuka peluang untuk berbenturan dengan orang luar dengan masalah-masalah duniaei boleh saja terjadi, dan sang muslim akan menyelesaikannya dengan cara yang memungkinkan mereka berbalik melihat masalah-masalah ukhrawi.


Da’wah yang ditempelkan kepada persengketaan-persengktaan politik dan ekonomi bukanlah da’wah yang sebenarnya, melainkan sandiwara belaka. Da’wah yang sebenarnya ialah da’wah dan usaha meminta pengurbanan tertinggi pada kemaslahatan ummat beragama. Ia tidak akan berwujud nyata selagi seorang muslim tidak sanggup berkurban waktu, berkurban perasaan, berkurban harta dan berkurban segala yang ia punyai.

Al-Qu’ran memerintahkan setiap da’I agar menjadi pembimbing, agar berkata yang dimengerti oleh komunitasnya, bersabar tahan uji menghadapi gangguan yang timbul dari pihak penerima da’wah, menginfaqkan apa-apa yang ada padanya, menjawab kemarahan atau keingkaran orang-orang yang dida’wahi itu dengan da’wah pula, memikat orang dengan akhlak yang mulia, dan bertekad untuk berda’wah yang demikian itu hingga akhir hayatnya.
Namun siapa yang mau mendengar.

“Orang-orang suci sekarang..hanyalah lelucon yang ada di televisi, radio”.

Wasalam.

Jakarta. Salemba Raya

Agung Tuanany


nb: tulisan ini pun telah di muat di kompasiana.


SOAL SUDUT PANDANG

Soal Sudut Pandang

  OPINI | 16 July 2013 | 20:58

Begitu malu nya seorang yang mengerti hal yang di tanyakan oleh masyarakat umum; di elu-elu kan untuk menjadi perhatian dan sorotan publik namun predikatnya sebagai panutan hilang dari diri pribadinya.

Penulis mencoba untuk lebih berfikir brutal dan kritis akan gejala-gejala sosial, dan perubahan positivisme ke arah yang jauh lebih buruk (baca: degradasi). Mencoba untuk lebih mendobrak kemaluan akan sudut pandang berfikir seseorang, baik dari segi Agama; Suku; Ras. Karena pada akhir nya kehidupan yang ilusional ini akan di bacakan ulang pada hari pembangkitan (baca: penghisapan).

Apakah buah dari hasil olah fikir menemukan suatu gejala yang bertolak belakang di antara ilusional dan realita, untuk menyelami berbagai hal positiv dan negatif. Walaupun itu bertentangan dengan kehidupan sehari-hari nya.
Kasus Korupsi VS Sportivitas.
Sampai hari ini, berbagai banyak berita-berita yang hadir di layar kaca setiap warga negara ini, menghadirkan berbagai liputan yang aktual di depan mata kita, seakan merasa berada di kejadian (baca: T.K.P).

Banyak sudah hal-hal yang masyarakat kelas atas hingga kelas sendal jepit (baca: proletariat) persidangan-persidangan, seakan Pemimpin dan Penguasa negeri ini yang benar-benar “shohih” dan betul seluruh tindakan dan kebjiakan ataupun kebijaksanaan.

Masyarakat di bawah arus lemah nya pendidikan yang harus adaktif (baca: edukasi) membuat mereka semakin tersandera oleh bujuk rayu propagansa-propaganda yang melahirkan liberalis yang mendobrak norma-norma ajaran orang-orang suci (baca: pendeta; kiai; pastur; ustad; rohaniawan; agamawan; cendikiawan).

Penangkapan kasus-kasus mega skandal, namun yang di hakimi media dan institusi tertinggi, yaitu anti bodi kejahatan ekonomi (baca: koruptor). Sungguh hebat nya anti bodi itu, sampai-sampai seperti upper cut nya Mike Tyson, namun lagi-lagi karena berulah nakal di jalanan, dengan karakter yang aur-auran (baca: sruntulan). Namun di sisi lain sportivisme di dalam ring tetap di jaga hingga usai bel tanda akhir pertandingan berhenti.

Kemana sportivisme yang di junjung tinggi dalam segala olahraga baik dari berbagai cabang-cabang nya. Seharusnya masyarakat harus lebih jeli, yang mana sandiwara seperti di ftv, Pencari jalan (baca: pengetahuan) Tuhan. Uup..!!!pps.
 
Once again toast, llu kepo. .

Mau baca lagi..?.

Llu kira ini novel dan komik percintaan samurai matahari terbit.
Jangan lagi llah. Menyebabkan pertumpahan darah, karena dalil-dalil yang di pelintir.
Harga Bawang dan Harga Diri Bangsa.
Kita mengingat bahwa lautan kita, nusantara kita mempunyai nenek moyang yang teramat kuat. Ada Gatot kaca hingga petruk, majapahit-kutai, dan sebagainya.
..
Bersambung.

Teruntuk padi yang terantuk.
Teruntuk daun yang menghijau.
Teruntuk benih yang tertanam.

Wasalam.

Terbongkar Lagi.

Jakarta. Salemba Raya.

 Agung Tuanany.

nb: tulisan ini pun telah di muat di kompasiana.

http://muda.kompasiana.com/2013/07/16/soal-sudut-pandang--577278.html 
 

If U Know Ur History


langkah-langkah salah yang dilakukan oleh sebagain pemimpin Islam pada masa lalu, tidak perlu berulang pada masa generasi kini. bila para pemimpin Islam sekarang ini masih tetap menempuh langkah-langkah salah yang serupa, karena tidak mengindahkan sebab akibatnya, maka hasilnya tidak kurang jelek dari apa yang telah terjadi dahulu, betapa pun tinggi keikhlasan, semangat dan kesigapan yang dimiliki.
Dari sejarah, kita dapat mengambil pelajaran, yaitu bahwa renca-rencana yang disusun berdasar bantuan dan dukungan pihak lain tidak akan sukses. Memang benar ide kerja sama dengan berbagai negara guna suksesnya suatu proyek merupakan ide yang sangat baik. Namun usaha semacan ini selalu berbenturan dengan kenyataan pelaksanaannya. kita sebaiknya selalu ingat apa yang dikatakan oleh ahli sejarah:

“Bahwa yang dinamakan sejarah adalah menerima pilihan. Pilihan yang lebih menguntungkan….”

RUSIA TEKNOLOGI DAN SISTEM PEMBELAJARANNYA.

Setengah abad yang lalu, para pemimpin Turki menindas dan menyiksa rakyatnya, memaksa mereka agar mau memakai topi barat. sementara Rusia, dalam waktu yang sama, sibuk melakukan penerjemahan buku-buku ilmiah. Pecahnya Revolusi Rusia dan Turki sebenarnya terjadi pada tahun-tahun yang bersamaan. Kamal Attartuk (1881-1938), pemimpin revolusi Turki, hidup 15 tahun lebih lama dari Lenin (1870-1924), pemimpin revolusi Rusia. Seandainya Attarturk meletakkan dasar yang benar dalam membangun negaranya, pastilah Turki sekarang ini menjadi salah satu negara ‘Super Power’ di dunia. karena akibat salah langkah dan salah cara yang dilakukuan oleh pemimpin Turki itu, Turki sekarang ini hanya menjadi gudang barang-barang import Barat. Sedang Rusia sudah kita saksikan telah dapat meluncurkan roket-roket dan pesawat satelit ke ruang angkasa.

Negara Sosialis Komunis Rusia adalah salah satu negara yang sangat menyadari betapa pentingnnya menejermahkan buku-buku sains dan teknologi ke dalam bahasa nasionalnya sampai hari ini. Pada tahun 1922, lenin membentuk khusus yang dinamakan “Cominolit”. Komite ini bertugas mengumpulkan berbagai buku ilmiah dari seluruh penjuru dunia dan menerjemahkannya ke dalam bahasa Rusia. Lenin menganggap pekerjaan ini sangat teramat penting, sehingga ia sendiri mengawasi komite tersebut. Akibat perhatian seirus yang dicurahkan lenin terhadap komite tersebut, Lenin telah meletakkan pondasi dasar pada negara nya untuk memerdekakan dari belenggu infomasi Ilmu-ilmu yang di monopoli oleh Yahudi dan bangsa bar-bar Barat nun jauh di benua Amerika sana.

Di Rusia sekarang ini terdapat kelompok penerjemah ilmiah terbesar di Dunia, terdapat satu majalah bernama “Refrativyi Zhurnal”.


Pada setiap nomor terbitan berisi ringkasan jutaan makalah ilmiah dan teknologi dari berbagai makalah yang terbit di 117 negara. untuk mensukseskan pekerjaan dan proyek ini pemerintah Rusia mengangkat 100.000 penerjemah.  Di Institut Uni Pengembangan dan teknlogi terdapat 2500 penerjemah (baca : pada era lenin hingga 1970 akhir), di samping 22.000 penerjemah yang bekerja secara tidak tetap. Dengan usaha-usaha yang gigih seperti itu, Rusia telah dapat menciptakan pembaharuan dan kemajuan yang pesat dalam bidang ilmu pengetahuan.

pemerintah Rusia menggalakkan belajar bahasa asing di seluruh tingkat pendidikan. Seorang murid sekolah dasar wajib belajar bahasa asing sampai kelas terakhir. Sehingga di Rusia sekarang ini banyak terdapat orang-orang yang berkemampuan hebat yang dapat menguasai dan menulis dalam dua bhaasa serta mampu sebagai penerjemah lepas-langsung timbal balik secara aktif.

Dalam usaha gigih selama setengah Abad, Rusia menjadi negara pertama dalam sejarah ummat manusia yang telah dapat meluncurkan satelit luar angkasa menglilingi orbit bumi. Pengaruh ilmu pengetahuan Rusia mendapat perhatian yang teramat besar dan luar biasa, sehingga di Amerika Serikat terdapat 250 majalah ilmiah Rusia diterjemahkan secara harfiyah ke dalam bahasa Inggris, yang menelan berjuta-juta dollar atas biaya pemerintah.
hampir seluruh dunia terpengaruh oleh ide-ide sosialis mereka, karena expansi alam fikiran dan kemajuan teknologi Rusia. bahkan tokoh-tokoh dunia kapitalis pun berusaha mengadakan politik kompromi dengan Rusia.

Sebalik dari itu lihatlah para pemimpin kaum meslimin dewasa ini. Di Mesir pada tahun  1952 terjadi revolusi militer. Setelah itu para pemimpin Mesir menganut politik mendekati Rusia dan menjauhi Amerika dan negara-negara badut barat. mereka telah mengambil langkah (baca : kebijakan( dengna ditopang bantuan Rusia di atas kaki sendiri tanpa bantuan pihak asing. sebenarnya para pemimpin Mesir berspekulasi dalam politik ekonommi, dengan harapan memperoleh bantuan-bantuan Rusia yang akan menggantikan kedudukan bantuan negara-negara barat.

Akan tetapi spekulasi tersebut merupakan permainan paling berbahaya dalam sejarah Mesir. setelah enam tahun meletusnya Revolusi tersebut, kita saksikan para pejabat Mesir mencari-cari penerjemah dalam pembicaraan antara Khurschov dengan Gamal Abd Nasser pada tanggal 29 april 1958.

Akhirnya pemimpin Mesir itu terpaksa menggunakan penerjemah Rusia dalam pembicaraannya yang menyangkut seluruh kepentingan dunia Arab.  


Sedang para pembesar Rusia memiliki penerjemah-penerjemah yang handal dalam berbagai bahasa. selain itu banyak lagi penerjemah yang senantiasa menemani para tamu negara asing dan menyertai para pembesar Rusia di liar negeri. Kita dapat saksikan, ketika Valentina Treyshcova, astronot wanita pertama, berkunjung ke New Delhi pada bulan Februari 1973. Di hadapan para pengagummnya, ia mengisahkan kesan-kesan historia-nya mengarungi angkasa luar. Pembicaraannya dalam bahasa Rusia itu langsung diterjemahkan kedalam bahasa India.

PENUTUP

Pelajaran yang dapat kita petik adalah bahwa kita tidak mungkin dapat mencapai tujuan  tanpa menciptakan revolusi fikiran Islam guna membangunkan kembali akal fikiran kaum muslimin yang terlena dalam kebekuan di satu sisi. dan guna menciptakan situasi dan kondisi agar konsepsi pemerintahan Islam dapat diterima oleh masyarakat dunia di sisi lain.

Untuk Suskesnya Tujuan ini, tidak mungkin bersandar atas bantuan pihak lain (baca: asing). Akan tetapi kewajiban ummat Islam yang yakin terhadap rencana ini agar segera memulai usaha dalam scope yang mungkin bagi mereka, dengan berusaha memperkokoh dan memperluasnya secara terus menerus. Keinginan untuk segera melihat hasil, sebelum situasinya cukup matang, merupakan sikap yang benar-benar harus dihindarkan bahkan dijauhkan.

Pada Rasulullah Saw. Sebenarnya ada uswatun hasanah (baca: contoh teladan)bagi ummatnya (baca : pengikut jalannya). Beliau lebih mengutamakan pembinaan, pengkaderan dan bimbingan kepada jama’ah mu’min dari pada mengumumkan berdirinya Pemerintahan Islam kepada Negara dengan Sistem pemerintahan Jahiliyah (baca: bodok).

masalah ummat cukup kompleks, dan penyelesaiannya tidak mungkin hanya dengan kemauan belaka, sebaliknya perlu perencanaan matang, usaha, dan kerja secara simultan.

Jikalau Tuhan mengijinkan……
semoga Tuhan tidak membocorkan..
Kapal yang bernama Nusantara ini.


Teruntuk Padi yang menguning
Teruntuk Daun yang menghijau
teruntuk benih yang kutanam

wasalam

Jakarta. Salemba Raya



Agung Tuanany

 nb: tulisan ini pun telah di muat di kompasiana.

Jumat, 19 Juli 2013

Soal Sudut Pandang. II (habis)

Beribadah kok kayak dukun aja.
Acaranya saling mengobati hati.

Kalo anak menjadi nakal.
Kalo anak menjadi resistan (baca: perlawanan)

Jangan-jangan..
Sama adat nya.

Namun.

Sepenggalan cerita yang harus di suarakan. Pemberontakan (baca: rebelution), melihat antrian untuk mendaparkan se-onggok uang triliyunan. Yah kalo tidak dapat pun tidak sampai terhimpit hingga kepalanya terantuk. Apalagi sampai mati di stadion sportivisme.

Gejala perlawanan yang di lakukan oleh ketidak berdayaan merasakan sakit nya lagi kelemahan, sehingga mengantri pun harus sampai mengantri seperti masuk kakus (baca: WC). Hilang nya kasus-kasus kakap dan orang baik yang terpenjarakan suara dan jiwa nya. Menambah lagi berita.
Jargon pemuda sebagai agent of change, agen of control (baca: kendali sama seperti jargon-jargon sayembara untuk memasuki Dewan Perwakilan Rakyat). Yang di adakan oleh Istana Demokrasi injak-menginjak. Yang tua dan yang muda sama saja. Sampai-sampai anak kecil pun mengerti. Kenapa harus puasa di siang hari dan tidak buka di cafe-cafe kota sampai cafe remang-remang untuk sahur. Sungguh bahayanya pertelevisian yang tidak ada lagi saluran penangkal dari invasi (baca: serudukan) propaganda Yahudi dan negara-negara maju di barat nun terbelakang mental dan moral nya.

 

Tambah Gaduh.

Sampai akhirnya, kejenuhan, sehingga kehilangan cita dan asa untuk menjadi orang bebas. Yaak !!. Bebas akan terkaman serigala tua, gong-gongan labrador, feses tikus got.
Suara-suara di Istana di Instansi-Instansi makin seperti suara sumbang namun bahenol menghipnotis masyarakat galau.
Lebih menghisap, lebih lagi dari lapindo berbaju kuning wong kito galo. Untuk bertahan dari terkaman media yang di kuasai sistem tata kelola informasi dari kementerian berbaju jihad palestina dengan songkok bung karno nya, namun she olah gambar-gambar pejuang yang dulu dibaca di kala Sekolah dasar.
Aku mengenal pattimura, dengan jenggot manis nya, aku melihat muka sultan Hasanuddin yang menaiki kuda bak Ali Ibnu Thalib dari ayam jago timur nusantara. Aku melihat kecantikan Cut Nyak Din, dikala memakai kerudung jingga layak nya siti aisyah.
APA LAGI …….
..
.
…..
Suara pembebasan itu terus menggelora bak upper cut Muhammad Ali. Layak nya singa Padang Pasir, (baca: Singga Padang Pasir, yang hanya diam untuk mengawasi musuhnya) .
Ooooooooh..
Betapa Merah nya Amarah ini.
!!!!!!!!!!!!!!!!!!

 

SEMUA NYA AKAN BAIK-BAIK SAJA.

Catatan, demi catatan kujejak-kan. Walaupun mereka tak pernah melihat karakter diri ku dengan semua Pahlawan-Pahlawan ku.
Kepada Datuk Tan Malaka yang mengenal kan Ku pada pasir-pasir Nusantara di tempat pembuangan Sutan Shjarir dan BOENG Hatta.

” Aku hanya seorang yang tak mungkin mengenal jejak-jejak anjing-anjing Rezim ini”.

Ternyata Jendral Sudirnan, memang sudah mematung. Tangannya Tak Mengangkat Hormat pada mu. Bagaikan Benteng Tantaka Tawa pagar-pagar kayu halaman Istana Negara. Is Susi Lo kenal sebagai Kepala Kaisar keluarga yang Maha Berdemokrat bak perpaduan Cleopatra dan sang pangeran dari negeri bar-bar bak Conan.

Ooh.

Sungguh sayang, dan elok Banteng Kantata yang menghadap ke arah ku.
Wahai prajurit dan jendral-jendarl Tanah Air.
….
Tanah Air Tumpah DARAH KU. !!!!!

Oh..

Jangan Kau takuti KAMI ( baca: Proletariat Negara) dengan Moncong SENJATAMU !!!!!


Oh.mmmhhm!!!

The hyprocit. (Baca: hiprokasi). !!!

Oh Tentara mu.

Selamat Malam.

Wasalam.
Salemba, Raya.

Jummat Yang Agung .

 Teruntuk padi yang menguning.
Teruntuk daun yang menghijau.
Teruntuk benih yang tertanam.
Menghijau llah.


 Agung. Tuanany.


nb: tulisan ini pun telah di muat di kompasiana.

Kamis, 18 Juli 2013

HUKUM RIMBA dan KEPENTINGAN



Hukum-hukum bersifat dinamis, sementara syari'at bersifat statis oleh sebab itu syari'at tidak mungkin dijadikan hukum semua zaman ".


Hukum Alam Vs Hukum Moral

Di dunia yang kita huni terdapat dua jenis hukum : Hukum Alam dam Hukum Moral.

Hukum Alam bersifat tetap, menurut kesimpulan semua orang. sudah demikian adanya sejak zaman filsuft aristoteles, dibelakang lagi zaman jahiliyah, dibelakangnya lagi zaman nabi Isa A.S, dibelakangnya lagi zaman Ibrani. hukum alam ini tidak terbatas persoalan duniawi; inderawi; kehidupan, dan Tuhan llah yang mengajarkan kepada seluruh isi alam dunia ini dengan utusan-utusannya di setiap zamannya. Dan karenanya kita sama sekali tidak berkepentingan untuk mencoba mengubah atau berfikir-fikir untuk mengubah hukum tersebut. demi kemaslahatan sendiri, kita harus menerima dan memaafkan hukum alam apa adanya. hal ini menandakan bahwa kekakuan Hukum Alam bukanlah aib. sebab itulah kenyataan akhir yang berhasil ditemukan manusia berkenaan dengan alam fisik atau alam materi ini.

Lain halnya dengan Hukum Moral. Manusia dapat saja mengubah landasan etikanya dari waktu ke waktu. manusia bisa merefisi Undang-Undang sesuka kepentingan penguasa di suatu negeri. karena hukum moral ini adalah hukum untuk mengamankan kekuasaan. tetapi keadaan ini tidak cukup untuk dijadikan dasar bagi menganggap hukum Etika itu sekunder atau berkembang. Sebab kita tahu manusia adalah makhluk yang merdeka. ia bisa dijadikan alasan untuk menetapkan atau membatalkan landasan etik yang manapun jua. dan  juga tidak bisa menganggap perbuatan manusia itu benar, kecuali setelah pengkajian ilmiah menetapkan kebenarannya.

Setiap ada aksi pasti ada reaksi. mencoba melihat fenomena yang semakin terjungkir balik di setiap lini (baca: ruang/sudut) kehidupan. yang mana yang harus di prioritaskan kah ?, perut untuk dijejalkan rezeki dengan cara berdagang, atau dompet dari kerak pantat bumi yang selalu mengeluarkan emas hitam, emas putih, emas kuning. seharusnya pemerintah yang memimpin suatu institusi -- lembaga tertinggi di negara yang berdemokrat ini sanggup mengangkat martabat dan empunya amanat. bukan menjadi self defense (baca: hanya janji)dari pembenaran dan arah kebijakan yang carut-marut. 

Disini penulis ingin mengingatkan pembaca, bahwa Ilmu Filsafat, ilmu Etika dan ilmu-ilmu sosial belum menemukan kebenaran  Ilmiahnya sendiri. malah semakin membuat rasa bersalah bagi yang menjalankan hukum Moral ini (baca: masyarakat). Menghadapi kecenderungan untuk mengubah landasan etika ini para ahli agama menggunakan analogi ilmiah atas Hukum Natural yang bersifat tetap. Mereka mengatakan, "Hukum-hukum Etika Samawi adalah juga bersifat tetap dan tidak berubah".  Sementara itu ada pula kalangan lain yang tidak mengajukan alasan anaolgi apapun untuk mendukung da'wahnya.


BAHASA.

"Alat penyampaian kebenaran agama adalah bahasa. Bahasa adalah alat yang memerlukan penyempurnaan penyajian, bersifat manusiawi dan berubah-ubah. tidak satu bahas pun yang digunakan dan dipahami orang di dunia ini yang dapat bertahan lebih dari lima ribu tahun atau sepuluh ribu tahun. banyakl sekali dijumpai manuskrip di dunia ini yang tidak dapat diketahui lagi artinya".

maksud dari argumentasi ini adalah, bahwa alat penyampaian kebenaran agama itu berubah-ubah, maka bagaimana mungkin kebenaran itu tidak mengenal perubahan?. Dengan perubahan bahasa, maka akan berubah pula arti kata-kata yang dipergunakan untuk menyampaikan kebenaran itu. dengan demikian pengertian kebenaran akan berubah dari masa ke masa.

sebenarnya perubahan ucapan dan bahasa merupakan hal biasa dalam Sejarah Bahasa-bahasa. Tetapi perubahan itu bukannya sebagai suatu hukum yang paten dan berlaku bagi semua bahasa. bagaimanapun juga, namun hal tersebut tidak berlaku terhadap Bahasa Al-Qur'an.

Al-Qur'an diwahyukan Allah empat belas abad silam, dan selama itu bahasa arab telah berkembang dan bertambah kosa kata nya. namun bahasa Al-Qur'an itu sendiri tidak pernah berubah. Bahasa Al-Qur'an yang dapat dipahami oleh orang-orang yang mengerti bahasa arab sekarang adalah juga bahasa Al-Qur'an yang dapat dimengerti oleh orang-orang Arab di waktu turunnya dahulu. ini berarti argumentasi bahasa di atas tadi tidak berlaku terhadap Al-Qur'an dan agama Islam. sekurang-kurangnya hingga abad ke 21.

Penutup.

Rancangan Undang-undang (baca : Hukum Moral), adalah suatu bahasa untuk memajukan masyarakat disuatu negeri untuk menjadi lebih merdeka dan ber-adab. Banyaknya pembongkaran, penggusuran, dari beberapa lahan tidur maupun lahan aktif di Jakarta sampai di belahan Nusantara ini adalah bukti bahwa ketidak-becusan Rezim.

kita sebagai warga Nusantara yang lebih dikenal di dunia adalah Indonesia bukanlah warga yang tidak beradab, yang tidak mengenal sopan santun. Orang-Orang barat bisa menjajah lebih dari ratusan tahun di nusantara ini karena mengetahui bahwa orang Indonesia ini Ramah dan tidak usil. namun jika sekali saja di ganggu mereka menjerit dengan berbagai teriakan, mau angkat Parang kita punya, mau pakai Badik kita bisa, mau pakai Ilmu hitam (baca: santet) kita handal.

yang dimaui oleh rakyat adalah, cukup berikan kami (baca: rakyat) kepastian hukum yang jelas, bukan lagi wacana dan arahan yang tidak jelas. malah bikin semrawut kemaslahatan hidup bersama. Rezim yang didalamnya berbagai orang-orang pintar tidak bisa memerdekakan kurang lebih 250 juta masyarakatnya. yang ada mereka (baca: Pemerintah; DPR; DPD; BUPATI; GUBERNUR; hingga KADES) malah memanfaatkan Undang-undang Hukum untuk  mengamankan keuasaan. sekali di mintai keterangan begitu marahnya, bak Hansip baju coklat yang ronda malam bawa pentungan untuk memukuli warganya yang protes karena ingin bertanya baik-baik tidak diterima.

sudah dekat lebaran malah makin sulit.

kasihan kamu yang baca.

teruntuk Padi yang lagi-lagi masih terantuk tanah.
teruntuk daun yang menghijau
teruntuk benih yang kutanam.


Wasalam.

Jakarta. Salemba Raya.

Agung Tuanany










nb: tulisan ini pun telah di muat di kompasiana.



Rabu, 10 Juli 2013

1'st thing to write

Bulan ramadhan tahun ini, semoga kita bisa mengambil hikmah di bulan yang penuh barakah, katanya.
barangkali untuk memulai penulisan pertama di blogg in hanya sebagai kiasan untuk pembelajaran dengan bidang studi yang sama. walapun kedepan tulisan ini tidak menuntut kepada bidang studi perkuliaha  saja.

JANGAN JADI FOLLOWERS.

Melihat dunia yang nyata dengan dunia ilusi yang hampir sama. terkoneksi di seluruh belahan dunia. semua tampak nyata di depan layar kaca.terlihat seperti hidup tidak pernah tidur, waktu yang berharga untuk menulis di sela-sela kegiatan yang rutin.  

" mecoba untuk tampil beda "

Penulis yang rajin tidaklah menuntut untuk di berikan imbalan akan suatu komisi ataupun  materi, karena Ilmu pada dasarnya tidak untuk di_-' perjual-belikan ' . banyak yang berharap untuk mendapatkan materi menjadikan tulisan tidak layak untuk dibaca; tidak layak untuk di tanggapi karena, niatan awal untuk menulis adalah untuk menjadi guru untuk diri-sendiri, jika ada hasil yang menjanjikan itu adalah hanya bonus belaka. 

mungkin nanti-nya akan ada puisi-pusi yang akan di teriakkan di tembok-tembok kehidupan (baca : di blogg) yang menyuarakan kebenaran. 

tulisan ini hanyalah sebagai media ekspresi, dan media untuk mengontrol kebijakan-kebijakan yang selalu tidak memihak kepada negara yang seperti gabus yang mengambang diatasnya kesejahteraan rezim.

demikian.

wasalam.

Teruntuk padi yang menguning.
teruntuk daun yang menghijau
teruntuk benih yang kutanam.

Jakarta. Salemba Raya.
Agung Tuanany