Desain belajar cara menulis dengan hp ANDROIDS di zaman pasca pra sejarah. Sebelum hp blacberry telah ditelan kemajuan perangkat lunak. Lebih responsif dalam menekan tombol keypad. (Katro...ketinggalan zaman).
Rabu, 29 Oktober 2014
Senin, 03 Februari 2014
KEMBALI BERPENDAPAT.
Penulisan.. adalah suatu pembelajaran dalam menggagas bentuk-bentuk yang paling menguntungkan untuk tempat dan tumbuhnya IDE.Lingkungan yang terorganisir sampai pada ke-kosmopolitan yang berangsur-angsur mulai terjadi dekadensi dalam berbagai gerakan kebangsaan.Negara-negara Kota yang Berkelompok-kelompok sosial atau politik yang sudah lama melemah atau bubar.
Sebagaian orang merdeka yang terkekang dalam "beribu-ribu" Manusia yang tak mempunyai pegangang hidup, sebagian menjadi budak, sebagian menjadi feodal, sebagian menjadi pedagang, yang dipaksakan dengan suka-rela dari lingkungan yang diwariskan negeri.
4 paragraf diatas adalah salah satu dan sekian dari berbagai pisau-analisa.
masing-masing paragaraf memang agak tidak implisift dalam arti yang sangat luas. Namun demikian adalah suatu pengertian yang diinginkan oleh masing-masing pembaca yang memaknai. Hal demikian adalah agar pemaknaan yang dalam dapat memumculkan kemunculan kumpulan manusia-manusia yang luar biasa dalam pemaknaannya.
Selasa, 26 November 2013
Selasa, 08 Oktober 2013
EKSPRESI PENGOLAHAN KEMARAHAN. (ANGRY MANAGEMENT HUMANKIND)
EKSPRESI PENGOLAHAN KEMARAHAN. (ANGRY MANAGEMENT HUMANKIND)
Bisa dilihat kerusakan yang dibuat manusia dalam menyelesaikan sengkarut problematika kehidupan hingga bisa di anggap manusia adalah makhluk perusak yang bisa merusak dunia (baca: alam,lingkungan) di sekitarnya.
Setiap Reaksi pasti ada aksi. Penulis disini ingin menjelaskan tentang bahayanya INTERNAL KONFLIK yang terjadi antara sesama Individu (baca: Manusia-manusia SOMBONG); sesama Pekerja; sesama golongan -- kelompok baik SUKU. RAS, AGAMA yang bisa menimbulkan konflik yang berkepanjangan. Karena Manusia adalah Makhluk yang paling BUSUK HATI-nya, sehingga SETAN pun terpingkal ketika membaca tulisan ini.
Untuk menundukkan kehendak, dan keinginan yang tidak sejalan dengan kemauan Individu, Kelompok-golongan tidak sepenuhnya benar untuk membuat strategi. Karena banyak sampai akhir-akhir ini (baca: Individu, Kelompok - golongan) hanya bersiasat secara praksis dan kondisional. Bisa dibilang lebih akurat (baca: precisely) Individu, kelompok - organisasi hanya menginginkan strategi yang taktis untuk menundukkan kehendak kelompok-kelompok yang berseberangan dengan kehendak yang di mau oleh individu, kelompok - organisasi.
Bagi manusia bertindak dan terpelajar,pasti lebih memikirkan tindakan yang tepat untuk mengolah segala tipu-daya (baca: fitnahan) dengan kepintaran AKAL semata. Dan banyak manusia-manusia yang bertindak semakin terpeleset dalam jurang kenistaan karena tidak bisa terlebih dahulu untuk menekan amarah dan emosi yang keluar dari rongga mulutnya yang di proses dari kesesatan berfikir akalnya (baca: otak).
Adalah Sikap kesatria yang selalu diajarkan kepada para manusia-manusia bijak untuk selalu berfikir dan bersikap kritis terhadap kejanggalan-kejanggalan dalam ber-interaksi dengan sesamanya. Ini adalah sikap yang tidak mudah, karena membutuhkan pengorbanan yang lebih besar daripada ber-qurban. Yaitu berkorban untuk semua golongan.
MUHAMMAD menyuruh untuk berbuat AHSAN. yaitu berbuat baik untuk diri pribadi terlebih dahulu, kemudian berbuat baik terhadap sesama individu, kelompok-organisasi.
PENDAHULUAN
Bisa dilihat kerusakan yang dibuat manusia dalam menyelesaikan sengkarut problematika kehidupan hingga bisa di anggap manusia adalah makhluk perusak yang bisa merusak dunia (baca: alam,lingkungan) di sekitarnya.
KONFLIK ANTAR PERSONAL.
Setiap Reaksi pasti ada aksi. Penulis disini ingin menjelaskan tentang bahayanya INTERNAL KONFLIK yang terjadi antara sesama Individu (baca: Manusia-manusia SOMBONG); sesama Pekerja; sesama golongan -- kelompok baik SUKU. RAS, AGAMA yang bisa menimbulkan konflik yang berkepanjangan. Karena Manusia adalah Makhluk yang paling BUSUK HATI-nya, sehingga SETAN pun terpingkal ketika membaca tulisan ini.
STRATEGI.
Untuk menundukkan kehendak, dan keinginan yang tidak sejalan dengan kemauan Individu, Kelompok-golongan tidak sepenuhnya benar untuk membuat strategi. Karena banyak sampai akhir-akhir ini (baca: Individu, Kelompok - golongan) hanya bersiasat secara praksis dan kondisional. Bisa dibilang lebih akurat (baca: precisely) Individu, kelompok - organisasi hanya menginginkan strategi yang taktis untuk menundukkan kehendak kelompok-kelompok yang berseberangan dengan kehendak yang di mau oleh individu, kelompok - organisasi.
KEAKURATAN MENOLAK.
Bagi manusia bertindak dan terpelajar,pasti lebih memikirkan tindakan yang tepat untuk mengolah segala tipu-daya (baca: fitnahan) dengan kepintaran AKAL semata. Dan banyak manusia-manusia yang bertindak semakin terpeleset dalam jurang kenistaan karena tidak bisa terlebih dahulu untuk menekan amarah dan emosi yang keluar dari rongga mulutnya yang di proses dari kesesatan berfikir akalnya (baca: otak).
MERESPON & MENOLONG ORANG LAIN.
Adalah Sikap kesatria yang selalu diajarkan kepada para manusia-manusia bijak untuk selalu berfikir dan bersikap kritis terhadap kejanggalan-kejanggalan dalam ber-interaksi dengan sesamanya. Ini adalah sikap yang tidak mudah, karena membutuhkan pengorbanan yang lebih besar daripada ber-qurban. Yaitu berkorban untuk semua golongan.
PENUTUP
Kesulitan dalam memahami segala alur (baca: interest conflict) menyebabkan manusia-manusia yang selayaknya dianggap bijak terperosok dalam kenistaan hidup yang fana ini adalah disebabkan karena tindakan dan perkataan tidak se-ia dan sekata dalam perbuatannya.MUHAMMAD menyuruh untuk berbuat AHSAN. yaitu berbuat baik untuk diri pribadi terlebih dahulu, kemudian berbuat baik terhadap sesama individu, kelompok-organisasi.
Sabtu, 05 Oktober 2013
BANGUN PEMUDI PEMUDA INDONESIA.
5 october 2013.
Pemuda..
Ayahanda Sudah tua.
Namun selalu setia mengajarkan darma..
Selalu mengajarkan Darma Perwira..
Darma Sapta-Marga.
Pemuda yang memekikkan Nusantara..
Kenapa mengangis setelah semua asa dan cita..
aku tahu engkau pemuda yang selalu..
Selalu saja menginginkan yang terbaik untuk negeri ini.
Angin siang ini tidak bisa membuat ku tertawa..
suara kapal pun tidak bisa menenangkan hati..
entah dia hati senang dan bersedih..
Senang Karena melihat rapatnya barisan
pemuda penjaga Teritorial Negara ini.
Sedih karena perubahan itu..
Membuahkan hasil untuk Masa DEPAN BANGSA MU..
Bung Hatta..
Bung Malaka..
Bung Karno..
Bapak Jenderal SUDIRMAN.
Tanganku selalu saja kaku..
Untuk ku turunkan Hormat nya..
Menjadi sikap tegap..
Hati ku berdebar gegap gempita..
Pemuda...
Pelipur hati nan LARA.
Jumat, 13 September 2013
PERAHU RETAK... OM. (alm) Franky Sahilatua
kau bisa lihat...karena kau semua yang membuat negeri Ibu pertiwi...
Ini dan Rakyat nya Menangis....
Salam Untuk Pemernintah yang menjatuhkan kami (baca: Rakyat Indonesia).. Diambang Kehancuran.
Jangan kau kantongi tanah-tanah pertiwi di kantong anak-anak mu.
jangan kau kantongi emas-eams pertiwi di Kolor-Kolor mu.
Jakarta. Salemba Raya.
Teruntuk Padi yang Menguning.
Teruntuk Daun Muda yang mengkerut.
Teruntuk Benih yang akan keluar melihat Nestapa Nusantara.
Ini dan Rakyat nya Menangis....
Salam Untuk Pemernintah yang menjatuhkan kami (baca: Rakyat Indonesia).. Diambang Kehancuran.
Jangan kau kantongi tanah-tanah pertiwi di kantong anak-anak mu.
jangan kau kantongi emas-eams pertiwi di Kolor-Kolor mu.
Jakarta. Salemba Raya.
Teruntuk Padi yang Menguning.
Teruntuk Daun Muda yang mengkerut.
Teruntuk Benih yang akan keluar melihat Nestapa Nusantara.
Jumat, 06 September 2013
Resistensi.
Resistensi.
Kulihat mata mu menanarkan segala yang
baik.
Kau tempuh tanpa mengeluh.
Sudah llah…
Jika kebenaran itu adalah sebuah puja dan
pujian..
Maka akan kubasahkan kaum-kaum munafik
itu dengan meganya kelabu.
Cukup untuk apa-apa yang terjadi..
Ku hentikan gerimis hati ini yang
bertahan dalam gelombang..
Penjara itu selalu menutup mata-mata yang
tumpah..
Untuk membasahi tanah ….
Untuk mebasuh meganya kelabu..
Hingga jingga kembali di ufuk barat.
Wasalam.
Jakarta. Salemba Raya.
Merdeka...!!!
Agung Tuanany
Penjara tidak akan membuatku Diam.
Langganan:
Postingan (Atom)
